loading…
BPDLH memperkuat pembiayaan ekonomi hijau Lewat kolaborasi Di perusahaan swasta Internasional Ke sektor agroforestri. FOTO/dok.SindoNews
“Kelompok tani hutan perlu berkembang menjadi entitas usaha yang profesional, Memperoleh tata kelola yang baik, serta mampu mengelola dan memanfaatkan dana bergulir secara optimal dan bertanggung jawab,” ujar Direktur Jenderal Perhutanan Sosial Kementerian Kehutanan, Catur Endah Prasetiani Di keterangan tertulis, Kamis (2/4/2026).
Baca Juga: MoU Kerja Sama RI-Norwegia Tentang Kehutanan dan Iklim Diperpanjang hingga 2030
Kerja sama ini melibatkan PT Mars Symbioscience Indonesia bersama PT Olam Food Ingredients Indonesia dan PT Papandayan Cocoa Industries (Barry Callebaut) sebagai mitra offtaker. Kolaborasi tersebut mengintegrasikan Dukungan teknis sektor swasta Di instrumen keuangan BPDLH guna membangun rantai pasok yang transparan, akuntabel, dan Memperoleh daya telusur tinggi.
Lewat Fasilitas Dana Bergulir (FDB), BPDLH menyalurkan pembiayaan kepada kelompok tani hutan dan pelaku perhutanan sosial. Skema ini dirancang fleksibel Di menyesuaikan siklus usaha agroforestri, serta menggabungkan pembiayaan dan pendampingan teknis Lewat pendekatan blended finance.
Inisiatif ini telah menjangkau ratusan petani Ke berbagai Lokasi, Antara lain 500 petani kakao Ke Sulawesi Selatan, 200 petani kakao Ke Lampung, serta 150 petani Minuman Kafein Ke Jawa Timur dan Lampung. Di Itu, pembiayaan juga diberikan kepada kelompok tani Ke Kediri Untuk Pembaruan usaha berbasis tunda tebang mangga podang.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: BPDLH dan Sektor Swasta Perkuat Pembiayaan Hijau Untuk Petani Agroforestri











